Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki banyak situs peninggalan cagar budaya yang sangat berharga. Beberapa di antaranya adalah:
Keraton Yogyakarta: Keraton Yogyakarta atau istana Yogyakarta adalah kompleks istana yang dibangun oleh Sultan Hamengkubuwono I pada tahun 1755. Istana ini memiliki arsitektur tradisional Jawa yang indah dan menjadi salah satu objek wisata paling terkenal di Yogyakarta.
Candi Prambanan: Candi Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia dan merupakan situs warisan dunia UNESCO. Candi ini terletak sekitar 18 kilometer timur laut dari Yogyakarta dan dibangun pada abad ke-9.
Candi Borobudur: Candi Borobudur adalah kompleks candi Buddha terbesar di dunia dan juga menjadi situs warisan dunia UNESCO. Candi ini terletak sekitar 40 kilometer barat laut dari Yogyakarta dan dibangun pada abad ke-9.
Taman Sari: Taman Sari adalah sebuah kompleks taman dan istana air yang dibangun oleh Sultan Hamengkubuwono I pada abad ke-18. Taman ini terletak di dalam kawasan Keraton Yogyakarta dan menjadi salah satu objek wisata populer di Yogyakarta.
Benteng Vredeburg: Benteng Vredeburg adalah sebuah benteng yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada abad ke-18. Benteng ini terletak di pusat Kota Yogyakarta dan menjadi salah satu cagar budaya yang masih terawat dengan baik di kota ini.
Gedung Agung: Gedung Agung adalah salah satu bangunan penting di kawasan Keraton Yogyakarta yang berfungsi sebagai tempat pertemuan dan upacara resmi kerajaan. Gedung ini memiliki arsitektur tradisional Jawa yang indah dan sering digunakan untuk acara-acara budaya dan seni di Yogyakarta.
Museum Sonobudoyo: Museum Sonobudoyo adalah salah satu museum terbesar di Yogyakarta yang menyimpan berbagai koleksi benda-benda sejarah, seni, dan budaya Jawa. Museum ini terletak di kawasan Keraton Yogyakarta dan menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi bagi para pecinta sejarah dan budaya di Yogyakarta.
Kali ini saya berkesempatan untuk datang berkunjung dengan Peserta Didik SMP Pamungkas Mlati untuk belajar prasejarah dan melihat secara langsung peninggalan purbakala pada Abad ke 4 sampai abad ke 9.
Penampungan Benda Cagar Budaya (BCB) Mlati adalah tempat yang berfungsi untuk menampung benda-benda cagar budaya yang ditemukan di wilayah Kabupaten Sleman, khususnya benda-benda cagar budaya yang berasal dari Kecamatan Mlati, Kecamatan Sleman, dan Kecamatan Gamping. Penampungan BCB Mlati merupakan satu dari tiga penampungan benda cagar budaya yang ada di Kabupaten Sleman. Dua penampungan lainnya yaitu Penampungan BCB Seyegan berada di Kecamatan Seyegan dan Penampungan BCB Turi terletak di Kecamatan Turi. Ketiga penampungan tersebut dikelola oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta (BPCB DIY).
Keberadaan Penampungan BCB Mlati merupakan bagian dari upaya pelestarian cagar budaya yang dilaksanakan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta. Pelestarian Cagar Budaya dilakukan melalui tiga cara yaitu pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Penampungan BCB Mlati adalah salah satu sarana yang digunakan dalam rangka melakukan pelindungan terhadap cagar budaya dengan cara pengamanan. Penampungan BCB Mlati digunakan untuk mengamankan cagar budaya, khususnya yang bersifat bergerak (benda cagar budaya) dengan tujuan untuk menjaga dan mencegah cagar budaya agar tidak hilang, rusak, hancur, atau musnah. Beberapa benda cagar budaya yang diamankan di Penampungan BCB Mlati salah satunnya adalah sebagai berikut.
Arca Ganesa
Ganesa merupakan dewa ilmu pengetahuan dan penyingkir rintangan dalam agama Hindu. Ia adalah anak Dewa Siwa. Ia digambarkan berbadan manusia, berkepala gajah, bertangan dua atau empat dengan laksana berupa tasbih, kapak, sangkha, dan jerat. Pada kepalanya terdapat ardha candrakapãla dengan mata ketiga di dahinya. Mengenakan upawita yang terdiri dari ular dan rangkaian tengkorak. Tangan depannya memegang mangkuk dan patahan gading. Belalainya dimasukkan ke dalam mangkuk sebagai lambang bahwa ia tidak puas-puasnya mencari ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan.
Dalam kitab Suaradhahana diceritakan bahwa gadingnya patah ketika berperang dan membunuh raksasa Nilarudraka. Raksasa tersebut hanya dapat dibunuh oleh makhluk yang bukan manusia dan bukan binatang. Surya adalah Dewa Matahari yang berkedudukan sebagai penjaga mata angin barat daya. Ia digambarkan memegang bunga padma mekar, membawa danda (tongkat), dan mengendarai kereta yang ditarik oleh tujuh ekor kuda. Ada pula yang digambarkan menunggang seekor kuda. Surya biasanya digambarkan mempunyai sirascakra dan mengenakan karandamakuta sebagai mahkotanya.
Yoni merupakan landasan lingga yang melambangkan kemaluan wanita (vagina). Pada permukaan yoni terdapat lubang berbentuk segi empat di bagian tengah untuk meletakkan lingga yang dihubungkan dengan cerat melalui sebuah saluran air sempit. Cerat hanya terdapat pada salah satu sisi dan berfungsi sebagai pancuran. Yoni dan lingga biasanya dihubungkan dengan keberadaan candi.